
infokomgpdi.com, AAston Pluit Hotel 4 Agustus 2026
Sebab dihadiri oleh Ketua-ketua MD Rapat Pleno MP dan Penasihat MP hari ini diberi tytle Rapat Pimpinan (RAPIM) menetapkan jadwal Musyawarah Besar 30 Maret s/d 2 April 2027.
MD Maluku, Malut, dan Sulut mendukung kewenangan Majelis Pusat untuk menetapkan jadwal Musyawarah Besar.
Beberapa pilihan tempat yang dijajaki berkapasitas 2500-3000 orang.
Mengingat telah berulang-ulang event nasional GPdI tanpa quota untuk peserta peninjau maka pada Mubes kali ini Majelis Pusat membuka kesempatan (quota) untuk sejumlah peserta peninjau.

Peserta Utusan dari Majelis Darrah berjumlah lebih dari 800 orang, ditambah 30 an utusan SA/STA, Majelis Pusat, Penasihat MP, dan ditambah Komisi Pusat jadi berkisar 900 an orang. Jika datang bersama istri sudah berjumlah hampir 2000 orang. Jika ditambahkan dengan quota peninjau dan calon pendeta maka diperlukan Convention Hall atau Ballroom berkapasitas 3000 orang.
Salah satu tempat yang dibidik oleh panitia adalah Gedung Bidakara Pancoran Jakarta Selatan. Gedung pemerintah milik TNI.
Pemakaian Gedung Bidakara sudah include dengan konsumsi, transportasi.
Pilihan ke dua adalah Gedung Expo Kemayoran.
Hari ini panitia melakukan survei dan akan dilaporkan besok Rabu pada saat Panitia lengkap akan dilantik Rabu 5 Agustus 2026 di GPdI El-Uzay Muara Karang.

GPdI MENDAFTAR MENJADI ANGGOTA PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA INDONESIA (PGI)
Rapat Pimpinan yang dipimpin Ketua Umum Pdt. Dr. Johnny W Weol, M.M, M.Th ini selanjutnya beralih pada topik Majelis Pusat telah melaksanakan Keputusan Mukernas Surabaya tentang bergabungnya GPdI menjadi anggota Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI). Mengenai progres bergabung dengan PGI pada forum Rapim hari ini MP menyampaikan tahapan-tahapan yang telah dilalui. Syarat untuk memperoleh rekomendasi dari 5 Sinode anggota PGI sudah terpenuhi. Juga rekomendasi PGI Wilayah DK Jakarta.
Pak Sekum bahkan menceritakan beberapa pihak yang ditemui sangat welcome dengan rencana GPdI bergabung.
Sekum juga mengisahkan rencana gabung PGI ini berawal dari keinginan Ketua PGI pada periode sebelumnya untuk bertemu dengan Bapak Ketua Umum GPdI, bertemu juga dengan senior PGI lainnya yang memyambut gembira rencana GPdI bergabung menjadi anggota tetap di PGI.
Mukernas Juni 2026 menyerahkan kepada kewenangan Majelis Pusat untuk mendaftarkan GPdI menjadi anggota PGI.

Pada saat pertemuan dengan Ketua Umum Sinode Gereja Kemah Injil yang juga petinggi PGI bidang mitigasi diperoleh informasi keanggotan GPdI di PGI akan memberikan manfaat bagi GPdI sebagai anggota.
Bahkan kendala administrasi dengan kepala-kepala daerah berkaitan dengan pengurusan surat tanah (aset) dan lainnya yang selama ini terhambat akan terurai.
Bapak Sekretaris Umum Pdt. Elim Simamora, D. Min, D. Th menargetkan proses pendaftaran selesai secepatnya mengingat rencana rapat Pengurus PGI pada bulan Oktober. Keputusan rapat bulan Oktober kemudian akan ditetapkan keanggotaan GPdI pada Rapat Tahunan PGI bulan Januari 2027.
PGI pusat welcome dengan kemitraan untuk mendorong peningkatan pelayanan misi. PGI sudah menunggu hadir GPdI sebagai anggota tetap PGI.
GPdI tetap menjadi anggota PGPI meski dalam pengamatan Majelis Pusat anggota-anggotanya sudah tidak sejalan dalam hal doktrine. Keanggotaan di PGI kelak tidak berarti membatalkan keanggotaannya di PGPI. Beberapa anggota PGI atau PGPI adalah anggota sekaligus dua bahkan tiga aras gereja nasional. Sebab mukernas sudah memutuskan untuk bergabung dengan PGI maka pada Rapat Pimpinan hari ini bahasan terkait PGI sifatnya adalah laporan progres proses penggabungan. Majelis Daerah mengusulkan MP membuat edaran terkait hal penggabungan dan catatan keuntungan GPdI bergabung sebagai anggota.
Meski tidak merupakan dasar/alasan untuk bergabung dengan PGI Bapak Ketua Umum mengenang bahwa pada MUBES PGPI terakhir di Jakarta, nama calon Ketua Umum yang direkomendasikan oleh MP GPdI dicoret sepihak oleh panitia.
Sedangkan calon Ketum lain yang tidak dapat rekomendasi dari sinodenya malah diloloskan. Pak Ketum melanjutkan kenangannya dengan mengisahkan peristiwa pada saat meninggal Sekum PGPI yang berasal dari GPdI, MP mengusulkan pengganti dari GPdI, tapi diabaikan secara remeh.
MD GPdI Kalteng juga kemudian menceritakan pengalaman dirugikan karena tuduhan sepihak yang menyebut GPdI sebagai arogan. Dan dengan tidak bijak intervensi PGPI pusat menganulir pencalonan orang GPdI di Musprov Kalteng ketika itu.
Diakhir pembahasan tentang bergabung ke PGI Bapak Pdt. D G Memah mengingatkan agar bergabung dengan PGI bukan semata-mata tujuan politik. Ingat dan peganglah prinsip ‘Bukan dengan kuat gagah manusia, tetapi oleh Roh Kudus”

Pada akhir Pleno malam ini yang juga telah membahas perkembangan masalah GPdI Ngadirejo dan komunitas jemaat yang dilayani oleh Pdt. Nicho Lomboan, M. Th di Parigi Sulteng Bapak Ketua Umum bersama anggota MP lainnya mendoakan Pdt. Roni Luwuk yang berulang tahun hari ini.
