
infokomgpdi.com, Gunung Sitoli
Sesudah menyelesaikan dua agenda pokok pada kunjungan Bapak Ketua Umum Majelis Pusat bersama Sekretaris Umum, saatnya untuk berpamitan dan meninggalkan Nias kembali ke Jakarta. Dalam penerbangan kembali ke Jakarta Bapak Ketua Umum masih didampingi Sekretaris Umum sampai Kualanamu Airport, penerbangan selanjutnya ke Jakarta Bapak Ketua Umum terbang dengan Garuda Indonesia Airline tanpa pendamping.

Pada saat datang di Sumatera barang bawaan pak Ketum tampak berat berisi berkat-berkat yang akan dibagikan (sudah dibagikan) . Pada saat pulang tentengan berkurang menjadi ringan ditambah sukacita karena telah dapat kesempatan mengunjungi warga binaannya di Nias yang telah lama menahan rindu. Souvenir pemberian panitia mewakili warga GPdI di Nias. GPdI Puncak Asri juga tidak ketinggalan dengan souvenirnya untuk Bapak Ketua Umum dan Sekretaris Umum.
PENTAHBISAN GPdI PUNCAK ASRI

Seminar untuk Hamba-hamba Tuhan GPdI Nias pada kunjungan Ketua Umum Majelis Pusat kali ini dirangkaikan dengan acara ibadah pentahbisan GPdI Puncak Asri yang digembalakan oleh Pdt Efraim Lase, S. Th. Bahkan pada acara penandatanganan prasasti Peresmian Gedung GPdI Puncak Asri beberapa sidang lokal lainnya ikut menyiapkan prasasti untuk ditanda-tangani oleh Bapak Ketua Umum Majelis Pusat dan Sekretaris Umum.

Prosesi pentahbisan berjalan dengan lancar walau ada gangguan teknis audio yang menggunakan jasa sewa. Penyambutan secara budaya Nias kembali dilakukan di awal acara. Pembacaan Alkitab oleh Pdt. Elim Simamora, D. Min, D. Th, pelepasan balon, pengguntingan pita, ibadah pembukaan dan sambutan-sambutan berlangsung dengan baik.

Gereja ini dibangun lewat kerinduan seorang developer properti di Gunung Sitoli yang berdasarkan akan membangunkan Gereja bahkan sebelum bisnis propertinya masih dalam tahap merintis (belum untung). Akhir acara peresmian GPdI Puncak Asri ini ditandai dengan pembagian ‘jambar’ kepada Bapak Ketua Umum dan Sekretaris Umum dan tamu-tamu perwakilan lembaga/komunitas yang terundang.

Pada ssesi khotbah Bapak Ketua Umum menjelaskan perlunya Tempat Ibadah. Alkitab berkata “serigala ada lobang, burung ada sarang” Sedangkan burung memerlukan tempat, apalagi manusia untuk melaksanakan ibadahnya kepada Tuhan. Bahwa Tuhan juga menghendaki pembangunan Tempat Ibadah, maka orang-orang yang membangun Rumah Ibadah akan diberkati oleh Tuhan. Dalam pengalaman sebagai Gembala dan pimpinan gereja yang mengamati perkembangan pelayanan di jemaat-jemaat lokal Bapak Ketua Umum menegaskan bahwa orang yang menolak pembangunan tempat ibadah akan menanggung akibat. Tetapi orang yang memberikan dirinya untuk terlibat aktif dalam pembangunan rumah ibadah (Gereja) akan menerima kembali berkat berlimpah.
Sukacita GPdI Nias hari itu tercermin pada sambutan hangat hamba-hamba Tuhan dan jemaat. Mereka rela antri untuk bergantian mengambil gambar/foto bareng Bapak Ketua Umum. Pasca kunjungan Bapak Ketua Umum di Nias infokomgpdi.com memantau banyak akun-akun medsos yang posting kebersamaan dengan Ketua Umum Majelis Pusat. Bapak GPdI seluruh dunia hari itu juga menyerahkan berkat kepada Pdt. Lase Gembala GPdI Puncak Asri.

GPdI Puncak Asri yang diresmikan oleh Bapak Ketua Umum hari ini juga sudah menyiapkan secara khusus kolam baptisan. Siap tuai jiwa-jiwa
