
infokomgpdi.com, labuhan bajo
Tiba hari Selasa 1 September 2026 di Labuhan Bajo Bapak Bendahara Umum Majelis Pusat GPdI Pdt, Hendrik Runtukahu disambut oleh Majelis Daerah NTT. Sebab tiba di sana sudah menjelang malam kegiatan kunjungan baru dilakukan pada Rabu esok harinya. Berangkat dari Labuhan Bajo Utusan Majelis Pusat Pdt. Hendrik Runtukahu dan Pdt. Stefanus Kafiar memulai kunjungan pada pagi hari Rabu menuju Ruteng. Dalam perjalanan ke Ruteng pak Runtukahu dan pak Kafiar didampingi Ketua MD GPdI NTT Pdt. Abraham S Nenobais, S.Th dan Biro Penggembalaan MD NTT Pdt. Rudi Siswanto, S.Th singgah di dua gereja tempat penggembalaan. Dua tempat tersebut adalah GPdI Cancar dan GPdI Lembor. Di dua tempat tersebut Bendahara Umum dan Departemen Pembangunan Gereja Majelis Pusat meninjau kerusakan sedang akibat gempa.

Ruteng yang dituju adalah tempat dimana sejumlah Gembala Jemaat terdampak gempa telah berkumpul menunggu kunjungan Majelis Pusat ke wilayah terdampak gempa. 14 orang Gembala bertemu utusan Majelis Pusat di GPdI Rajawali Ruteng tempat penggembalaan Pdt. Martin. Dua orang Gembala berhalangan hadir di Ruteng sebab jarak tempuh yang jauh.

Pdt. Rudi Siswanto menjelaskan kepada infokomgpdi.com jumlah Gereja GPdI terdampak sekitar 16 Gereja. Mereka adalah gereja-gereja GPdI yang mengalami kerusakan bangunan dengan Tingkat kerusakan ringan, sedang dan berat. Gereja dengan kerusakan terberat adalah GPdI di Manggarai Timur yang digembalakan oleh Pdt. Johnny Bako. Selain menyerahkan bantuan dalam bentuk uang tunai, Majelis Pusat didampingi oleh Majelis Daerah juga memberikan pelayanan doa penguatan kepada Gembala-gembala yang terhimpun GPdI Rajawali Ruteng. Sesudah kebersamaan di GPdI Rajawali Ruteng, utusan Majelis Pusat juga masih mengunjungi beberapa tempat penggembalaan. Selain bantuan kepada Gereja yang rusak. Majelis Pusat juga memberikan bantuan kepada hamba-hamba Tuhan terdampak ekonomi meski tidak mengalami rugi sebab kerusakan bangunan. Rabu malam utusan MP bersama Ketua MD bermalam di Victory Hotel Ruteng.

Pdt. Rudi Siswanto sendiri secara pribadi maupun sebagai anggota MD mengapresiasi setinggi-tingginya kunjungan Majelis Pusat GPdI ke NTT untuk menengok hamba-hamba Tuhan yang terdampak gempa. Majelis Pusat mendistribusikan bantuan korban gempa dengan nominal yang disesuaikan Tingkat kerusakannya. Kerusakan dengan Tingkat ringan diberi bantuan 10 juta, sedang 25 juta, dan dengan Tingkat kerusakan berat diberi 100 juta. Selain bantuan Majelis Pusat yang berkisar 400 juta lebih, Majelis Daerah NTT juga menggelontorkan sedikitnya 100 untuk membantu Gembala-gembala yang terdampak gempa.

Gereja-gereja penerima bantuan Majelis Pusat meminta kesabaran Majelis Pusat menunggu hingga tidak ada lagi gempa susulan, baru akan memulai pengerjaan perbaikan fisik bangunan. Sampai saat berita ini diwartakan total guncangan susulan yang dicatat oleh BMKG tidak kurang dari 12.000 gempa susulan. Di beberapa daerah/wilayah warga belum berani tidur di dalam bangunan. Mereka membuat tenda-tenda darurat di sekitar kediaman mereka.
Bahkan ketika Bapak Bendahara Umum MP tiba di labuhan bajo, masih terjadi gempa kecil dengan goncangan yang lumayan terasa. Bahwa menuju Lokasi berresiko di usia 79 tahun Bapak Pdt. Hendrik Runtukahu masih bersedia turun dan mengunjungi hamba-hamba Tuhan di NTT membuat Biro Penggembalaan MD GPdI NTT salut dan respect. Sebab menyesuaikan jadwal penerbangan dari labuhan bajo, baru hari ini utusan MP akan kembali bertolak dari labuhan bajo.
Bapak Bendahara Umum Pdt. Hendrik Runtukahu, Ketua MD NTT Pdt. Abraham S Nenobais, dan Pdt. Stefanus Kafiar Departemen Pembangunan Gereja saat berfoto bareng di depan GPdI Bukit Sion Labuhan Bajo yang juga mengalami kerusakan dampak gempa bumi.

