
infokomgpdi.com, Ungasan Uluwatu 8 Mei 2026
Sebagai sebuah program seminar pasutri bertema ‘unshakable couple” sudah direncanakan lama sebelum pelaksanaan Tanggal 5-7 Mei 2026 di Bali. Lebih lagi karena program kolaborasi 2 (dua) komisi pusat (pelwap & pelprip) perencanaannya sudah barang tentu dengan sangat serius.
Saat berlangsung panitia memulai pelayanannya di meja registrasi. Anggota KP dari dua wadah pelayanan tampak dengan sukacita menyambut dan melayani peserta. Terlihat di beberapa meja dengan layanan berbeda untuk semua peserta yang telah menghafalkan nomor kepesertaannya sejumlah pria dan Wanita pantekosta. Ibu Pdt. Rina Weol, Pdt. Elisabeth Minandar, Pdt. Vera Siwi, Pdt. Pebeasri, Pdt. Liliana Rahardjo, Pdt. Suzy Yoewono, dan Pdm. Meky Onibala beserta jajarannya di Komisi Pusat Pria Pantekosta.
Acara dimulai pada Pk. 14:00 WITA tak lama sesudah Bapak Ketua Umum Majelis Pusat Pdt. Dr. Johnny W Weol, M.M, M.Div, M.Th memasuki Lokasi Four Point Ungasan Bali Hotel. Seluruh peserta mencari tempat ganti-pakaian Bersiap mengikuti acara pembukaan sebab pihak hotel memberikan kunci kamar baru pada jam 15:00 WITA. Beberapa peserta yang tiba mepet jam di lokasi terpaksa tidak sempat ganti baju. Kondisi ini sudah disosialisasikan massif oleh panitia kepada peserta pada group WA peserta yang dibuat oleh secretariat panitia sehingga sudah tidak perlu dipersoalkan.
Sesi pembukaan berjalan baik dengan jumlah peserta 274 orang yang kemudian masih bertambah pada hari ke 2. Sebagaimana diberitakan oleh media ini sebelumnya acara pembukaan di ballroom megah Four Point Ungasan Bali Hotel berlangsung dengan penuh sukacita.
Run down acara yang disusun oleh panitia mengharuskan peserta untuk focus belajar (seminar). Sesi demi sesi dijadwalkan sangat padat hingga waktu istirahat di antara sesi berbeda pun begitu singkat. Bahkan sesi coffee break panitia layani di meja masing-masing peserta. Peserta pasutri dilayani bak raja & ratu.

Kehadiran beberapa anggota Majelis Pusat GPdI selain Ketua Umum, Sekretaris Umum dan Bendahara Umum memberi kesan penting dan strategisnya acara ‘berkelas’ ini. Tampak Pdt. J S Minandar dan istri, Pdt. Dr. E A da Costa, M.Pd dan istri. Pdt. Daniel Enggar, S.Th dan istri, Pdt. Aristoteles Sombu dan istri, Pdt. Moody Wenas, M.Th dan istri, Pdt. Markus Tumbelaka, M.Th dan istri, Pdt. Albert Kurniawan dan istri, Pdt. John Awuy, S.Th dan istri. Juga Ibu Pdt. Yvonne I Awuy Lantu Wakil Ketua Penasihat Majelis Pusat sekaligus Ketua Majelis Daerah GPdI Sulawesi Utara.
Nama-nama pembicara pada seminar ‘pasangan teguh’ ini anatara lain; Pdt. Dr. Johnny W Weol, M.M, M.Div, M.Th, Pdt. Elim Simamora, D.Min, D.Th, Pdt. Hendrik Runtukahu, Pdt. Yvonne I Awuy Lantu, Dr. Julianto Simanjuntak, Konselor, Dr. Roswitha Ndraha, Konselor, Pdt. J S Minandar. Ketua Majelis Pusat Pdt. J S Minandar yang sedianya bertugas pada ibadah penutupan digantikan oleh Pdt. Elim Simamora. Di awal pelayanan khotbahnya om Elim berkata ‘saya berdiri di sini mewakili Bapak Pdt. J S Minandar’.
Sejumlah sesi yang lebih banyak diampu oleh Dr. Julianto Simanjuntak, Konselor menambah pengetahuan dan pengertian hingga harapan untuk pulih dan sesuai dengan kehendak Tuhan menurut tujuan Ilahi atas setiap pernikahan (pasutri). Pertanyaan dari beberapa peserta pada sesi-sesi yang dilangsungkan selama seminar ini mengisyaratkan; peserta antusias pada tiap topik, peserta menghadapi pergumulan dan terjawab dalam wujud pengertian untuk diterapkan sesudah pulang, GPdI sebagai Lembaga patut membentuk suatu badan pelayanan guna menjawab kebutuhan pelayanan konseling sebagaimana disinggung oleh seorang peserta dari Sulawesi Utara saat bertanya.
Untuk melengkapi kebahagiaan ‘pasangan teguh’ panitia membuka paket promo TOUR pada hari tekahir. Peserta TOUR lanjut bermalam di Four Point sampai dengan Tanggal 8 Mei dan start TOUR sesaat sesudah makan siang di hari penutupan seminar.
Selengkapnya acara dan materi seminar “unshakable couple’ dapat Anda saksikan pada link youtube GPdI Bulaksereh dibawah ini.
Redaktur infokomgpdi.com berkesempatan turut menjadi peserta. Oleh kemurahan Tuhan memperoleh subsidi biaya tanpa tour ..hehe

